Skip to main content

Tiga Puisi Di Buruan.Co




Berikut tiga puisi saya yang tayang di Buruan.Co. Klik disini.

Pertokoan dan Lampu Kota

Pertokoan telah mempercepat pergantian hari
dalam sekejap matahari tergelincir di balik bangunan
tiap malam membuat bayangan yang ranum menawan
menggoda para pelancong datang berbondong

Orang-orang dewasa menatap ke dalam dari luar pintu
membawa bekal uang hasil kerja beberapa minggu
dari negeri-negeri miskin di seberang, tempat mereka
menukar waktu dan sedikit peluh dengan kesenangan

Bocah-bocah kecil berlarian di jalanan legam
mengejar bayangan mereka sendiri, sambil
bersembunyi dari kejaran pancaran lampu kota

Kemudian anak-anak dan orangtua berkumpul di taman
memotret diri mereka demi membuat sebuah nostalgia
setelah itu mereka berpura-pura menjadi bahagia
di atas tanah yang bukan lagi milik mereka

Aku Menemukanmu Di Mana-mana

sesaat setelah bayangmu lenyap di balik pintu
pada suatu malam dingin tanpa angin
aku kembali menemukanmu di mana-mana

terkadang kutemukan dirimu bergelayut
di daun jendela yang sengaja dibiarkan terbuka
atau menyelip di antara tumpukan buku-buku
yang belum selesai kita baca

pagi tadi kutemukan bayangmu melekap
pada dinding kamar dan di atas tingkap
malam ini aku menginginkan dirimu hilang
agar aku dapat menemukan seseorang

Menjamu Bayangan

Kalau kau kembali mengantar bayanganku kesini
tak perlu teriak memanggil namaku di pintu
aku masih ingat irama derap langkahmu

Kalau kau kembali mengantar bayanganku kesini
akan kujamu dengan sepotong senja dan segelas candu
dari benih-benih masa lalu yang tumbuh mengakar dalam tubuh
serupa jaring laba-laba yang menggerayangi pohon randu

Kalau kau kembali mengantar bayanganku kesini
sudah kusediakan udara yang cukup untuk kita hela bersama
sambil duduk di sebelah unggun sembari cerita
mengenang romansa masa lalu sewangi cuka
lalu takkan kita ingat lagi jutaan detik saat kita berpijak di lain Tanah

Kalau kau kembali mengantar bayanganku kesini
kau boleh duduk di kursi atau bersila di ruang tengah
sambil membaca, sementara aku akan mengucap mantra
penarik pesona agar bayanganku kembali melekat ke raga
dan akan kupasang sebingkai cermin mewah
untuk kita saling berbagi ruah

Kalau kau kembali mengantar bayanganku kesini
telah kupesan sehelai langit malam untuk digelar di loteng kamar
beserta seuntai bintang yang takkan berhenti berpendar
menemani malam yang tidak akan beranjak pagi
karena fajar sudah kukubur dalam peti
dan kau takkan bisa pergi lagi karena
akan kubakar seluruh pintu dan jendela

Comments

Popular posts from this blog

Daftar Penerima Penghargaan Sastra: Kusala Sastra Khatulistiwa (KSK) 2001-2018

Kusala Sastra Khatulistiwa (KSK) adalah sebuah ajang penghargaan bagi dunia kesusastraan Indonesia yang didirikan oleh Richard Oh dan Takeshi Ichiki dan mulai dilaksanakan sejak tahun 2001. Acara ini, sebelumnya bernama Khatulistiwa Literary Award, namun berganti nama sejak tahun 2014. Pemenang KSK didasarkan pada buku kiriman peserta yang diseleksi secara ketat oleh para dewan juri. Penghargaan bagi insan dunia sastra nasional ini bisa dibilang sebagai acuan pencapaian kesusastraan nasional pada tahun tersebut dan merupakan salah satu ajang penghargaan sastra paling prestisius di negeri ini.  Sebagai pembaca, seringkali saya menjadikan karya-karya yang termasuk ke dalam nominasi, baik shortlist maupun longlist, sebagai ajuan karya-karya bermutu yang wajib dibaca. Meskipun kadang-kadang karya yang masuk nominasi sebuah penghargaan sastra, belum tentu best seller atau sukses dipasaran. Begitu juga dengan label bestseller pada halaman muka sebuah buku, tidak menjamin b...

Hegemoni Puisi Liris

(disampaikan dalam diskusi online @biblioforum) Secara sederhana puisi liris adalah gaya puitis yang menekankan pengungkapkan perasaan melalui kata-kata, dengan rima dan tata bahasa teratur yang terkadang menyerupai nyanyian. Subjektifitas penyair sangat menonjol dalam melihat suatu objek atau fenomena yang dilihatnya. Penyair liris menyajikan persepsi tentang realitas, meninggalkan ke samping objektivitas dan menonjolkan refleksi perasaannya atas suatu gejala atau fenomena. Secara umum, perkembangan puisi liris adalah anak kandung dari kelahiran gerakan romantisisme pada seni pada awal akhir abad ke-18. Romantisisme lahir sebagai respon atas rasionalisme dan revolusi industri yang mulai mendominasi pada masa itu. Kala itu aliran seni lebih bercorak renaisans yang lebih menekankan melihat realita secara objektif. Lirisme dalam puisi lahir sebagai akibat dari berkembangnya gerakan romantisisme yang menekankan glorifikasi atas kenangan indah masa lalu atau tentang alam ...

Manajemen Belok Kanan

(sumber: alamy.com) Oleh : B Herry Priyono Beberapa waktu lalu saya bersama seorang teman lewat satu lokasi jalan di Jakarta Pusat. Di pinggir jalan itu terpampang spanduk besar dengan tulisan "Komunis Datang, Kami Siap Menyerang!" Ketika ia membuat saya menengok ke tulisan itu, saya tidak tahan untuk tidak tertawa geli lalu bilang, "Itulah paranoia hari-hari ini, bukan cuma basi, tapi juga buang-buang energi." Gejala paranoia biasanya terungkap dalam tindakan aneh-aneh ketidakwarasan mental, ditandai oleh delusi tentang bahaya rekaan yang memburu. Maka, orang-orang yang mengidap paranoia ibarat melihat anak kucing sebagai harimau pemangsa. Ketika diberi tahu, bahkan oleh para ahli, bahwa itu anak kucing yang tak berdaya, penderita paranoia justru makin meneriakkan ancaman harimau pemangsa. Itulah mengapa menganggap serius penderita paranoia sungguh buang-buang usia. Masalahnya, paranoia sering menjadi bagian taktik propaganda, dengan hasil terbelahnya k...