Skip to main content

Posts

Sepasang Bola Mata Ibu

aku menangis saat hujan tertumpah seolah mendengar tangisan ibu aku bersendu bila langit tak cerah semisal merasa kedukaan ibu
sebelum kesedihan merayap dalam bentuknya paling senyap kulipat segala jarak terhampar demi siasat membuang gusar
lalu, pada sepasang bola mata ibu aku terkurung sukacita dalam buaian banyak doa
Recent posts

Hegemoni Puisi Liris

(disampaikan dalam diskusi online @biblioforum)
Secara sederhana puisi liris adalah gaya puitis yang menekankan pengungkapkan perasaan melalui kata-kata, dengan rima dan tata bahasa teratur yang terkadang menyerupai nyanyian. Subjektifitas penyair sangat menonjol dalam melihat suatu objek atau fenomena yang dilihatnya. Penyair liris menyajikan persepsi tentang realitas, meninggalkan ke samping objektivitas dan menonjolkan refleksi perasaannya atas suatu gejala atau fenomena.
Secara umum, perkembangan puisi liris adalah anak kandung dari kelahiran gerakan romantisisme pada seni pada awal akhir abad ke-18. Romantisisme lahir sebagai respon atas rasionalisme dan revolusi industri yang mulai mendominasi pada masa itu. Kala itu aliran seni lebih bercorak renaisans yang lebih menekankan melihat realita secara objektif.
Lirisme dalam puisi lahir sebagai akibat dari berkembangnya gerakan romantisisme yang menekankan glorifikasi atas kenangan indah masa lalu atau tentang alam sekitar sekitar…

My Grandmother Asked Me to Tell You She’s Sorry, Fredrick Backman

Detail Buku Judul: My Grandmother Asked Me to Tell You She’s Sorry Judul asli: Min mormor hälsar och säger förlåt Penulis: Fredrick Backman Penerjemah: Jia Effendie Penerbit: Penerbit Noura (Mizan Group) Tebal: 496 hlm Cetakan: I, November 2016
“Hanya orang-orang berbeda yang mengubah dunia. Tidak ada orang normal yang mengubah apa pun.”(hal 115)
Memiliki seorang nenek yang memiliki imajinasi yang kaya dan gemar mendongeng adalah satu keberuntungan yang tidak dimiliki oleh semua anak kecil. Itu yang dirasakan Elsa, gadis kecil yang baru 7 tahun, dan neneknya sudah lanjut, 77 menuju 78. Neneknya telah mendongeng sejak lama, nyaris sepanjang umur Elsa. Melalui dongengnya, Nenek membawa Elsa ke Miamas, sebuah kerjaan di Tanah-Setengah-Terjaga, dunia rekaan sang nenek. Dalam menyampaikan dongengnya, sang nenek memaikai bahasa rahasia yang hanya dipahami mereka berdua, sehingga orang lain tak dapat mencuri dengar apa yang mereka ceritakan. Polisi dibuat bingung ketika mereka memakai bahasa rahasia …

Ini Soal Tenun Kebangsaan. Titik!

oleh: Anies Baswedan (terbit di Harian Kompas, 11 September 2012) Republik ini tidak dirancang untuk melindungi minoritas. Tidak juga untuk melindungi mayoritas. Republik ini dirancang untuk melindungi setiap warga negara, melindungi setiap anak bangsa! Tak penting jumlahnya, tak penting siapanya. Setiap orang wajib dilindungi. Janji pertama Republik ini adalah melindungi segenap bangsa Indonesia. Saat ada warga negara yang harus mengungsi di negeri sendiri, bukan karena dihantam bencana alam tapi karena diancam saudara sebangsa, maka Republik ini telah ingkar janji. Akhir-akhir ini nyawa melayang, darah terbuang percuma ditebas oleh saudara sebahasa di negeri kelahirannya. Kekerasan terjadi dan berulang. Lalu berseliweran kata minoritas, mayoritas dimana-mana. Perlindungan minoritas dibahas amat luas.

Big Breast Wide Hips, Mo Yan

(sumber: goodreads.com)
Meski edisi terjemahan bahasa Indonesia novelis peraih Nobel Sastra ini sudah lama terbit, namun Serambi, si penerbit edisi Indonesia, sepertinya merasa perlu tetap mempertahankan judul edisi bahasa Inggris; Big Breast Wide Hips. Besar dugaan disebabkan karena tidak ingin membuat kekacauan publik atau huru-hara massa di tengah kehidupan sosial kita yang sudah terlanjur panas akhir-akhir ini. FPI dan ormas-ormas ‘lu harus nurut’ lainnya akan menggeledah toko buku yang kedapatan menjual novel ini dengan tuduhan pornografi, cabul dan merusak moral anak bangsa. Bagaimana tidak, jika dialihbahasakan ke bahasa Indonesia, maka ada tiga kemungkinan judul yang bisa dipakai: 1.Payudaya Besar Pinggul Lebar 2.Payudara Molek Pantat Yahud 3.Toket Gede Pantat Besar alias Toge Pasar

Manajemen Belok Kanan

(sumber: alamy.com)
Oleh : B Herry Priyono
Beberapa waktu lalu saya bersama seorang teman lewat satu lokasi jalan di Jakarta Pusat. Di pinggir jalan itu terpampang spanduk besar dengan tulisan "Komunis Datang, Kami Siap Menyerang!" Ketika ia membuat saya menengok ke tulisan itu, saya tidak tahan untuk tidak tertawa geli lalu bilang, "Itulah paranoia hari-hari ini, bukan cuma basi, tapi juga buang-buang energi." Gejala paranoia biasanya terungkap dalam tindakan aneh-aneh ketidakwarasan mental, ditandai oleh delusi tentang bahaya rekaan yang memburu. Maka, orang-orang yang mengidap paranoia ibarat melihat anak kucing sebagai harimau pemangsa. Ketika diberi tahu, bahkan oleh para ahli, bahwa itu anak kucing yang tak berdaya, penderita paranoia justru makin meneriakkan ancaman harimau pemangsa. Itulah mengapa menganggap serius penderita paranoia sungguh buang-buang usia. Masalahnya, paranoia sering menjadi bagian taktik propaganda, dengan hasil terbelahnya kehidupan bersa…

The Girl on The Train, Paula Hawkins

(sumber: amazon.com)
Apa jadinya jika sebuah cerita disampaikan oleh narator yang tidak dapat dipercaya? Yang sebagian besar cerita disampaikan ketika doi lagi mabok? Besar kemungkinan kita, sebagai pendengar/pembaca, dibuat bingung dengan kerutan di dahi sambil terus bertanya ’apa yang sebenarnya terjadi?’. Demikianlah cerita thriller The Girl on The Train ini dinarasikan. Rachel, narator utama selain beberapa narator lainnya, adalah seorang perempuan 30-an yang setiap hari naik komuter dan melewati beberapa rumah yang sangat ia kenal. Namun, di awal cerita, Mbak Rachel ini membuat imajinasi sendiri tentang rumah tersebut dan penghuninya. Ia mengarang sendiri cerita indah tentang rumah tersebut sebagai bentuk keputusasaan atau ketidakpuasannya atas realita hidup yang dijalaninya. Dalam pengembaraan imajinasinya tersebut, si Mbak Rachel ini semakin tidak bisa dikenali mana khayalan mana kenyataannnya. Batas antara imajinasi dan realitas menjadi samar belaka. Untungnya Paula Hawkins, si …